Manajemen Kreatifitas Part 3

Aug 16, 2011   //   by ssi.stikom   //   Articles, Management  //  No Comments

Cara Mengumpulkan Ide

Tantangan sangat dibutuhkan untuk ide kreatif Anda. Dengan menetapkan tantangan Anda seluas mungkin pada pertanyaan pembuka, Anda menempatkan diri pada tempat tertinggi.

  1. Mengumpulkan Bahan ƒ_” Mengumpulkan Ide.

    Untuk memasok dapur mental, Anda perlu mengumpulkan ide. Anda tidak dapat memasak makanan di dapur yang kosong. Perkembangan ide tidak terjadi di ruang hampa. Perkembangan ide terjadi di dunia pengalaman nyata, emosi murni dan fakta yang kokoh. Pikiran kreatif selalu membutuhkan pengalaman baru.

    Cara terbaik untuk mendapatkan ide yang bagus adalah mendapatkan ide yang banyak.

    Cara-cara mengumpulkan ide :

    • Cara Mengejar Kuantitas dengan Menentukan Kuota Ide.Kejarlah kuantitas dengan menentukan sendiri kuota yang harus dipenuhi. Jika Anda menentukan kuota sebanyak enam ide setiap hari selama seminggu, Anda melatih keluwesan mental. Seperti rutinitas ƒ_omelentur-lenturkanƒ__ apapun, pada awal terasa sulit, tetai dalam waktu sekejap Anda akan mengembangkan momentum dan ide baru akan menggelinding masuk sebagaimana sebuah ide akan memicu ide berikutnya.Menentukan kuota ide untuk diri sendiri akan mendorong Anda aktif mengumpulkan ide daripada sekedar menunggu ide itu muncul. Anda mungkin terpaksa mengumpulkan ide absurd dan aneh untuk memenuhi kuota Anda, tetapi siapa tahu Anda akan mendapatkan ide bagus yang akan muncul dalam pikiran berikutnya.Sebagai latihan, cobalah ini :
      • ¶ú Temukan lima cara untuk mengurangi kebiasaan mencontek
      • ¶ú Kumpulkan lima cara untuk membuat fisik Anda lebih segar
      • ¶ú Pastikan lima tindakan yang dapat Anda lakukan untuk membuat waktu perjalanan ke sekolah Anda lebih produktif
  2. Cara Brain Storming Visual

    Salah satu cara hebat untuk menggali permata ide Anda ialah dengan melakukan curah pikiran secara visual (visual brainstorming). Di bagian tengah selembar kertas kosong, tulislah sebuah kata yang ada di pusat ide Anda. Anggaplah kata ini kata utama. Lalu, tulislah di luar kata tersebut semua hal yang mungkin relevan dengan topik itu, yaitu fakta, kesan atau citra-citra. Tulislah semuanya di dalam lingkaran-lingkaran kecil yang saling berkait dengan lingkaran kata utama. Ciptakan struktur gambar yang mengilustrasikan ide Anda secara grafis.

    Curah-pikiran secara visual (visual brainstorming) memberi Anda kesempatan untuk membiarkan ide bergerak liar: Anda dapat membuat cabang-cabang ke arah manapun, mengikuti asosiasi atau pertalian hubungan apapun, mengait-ngaitkannya langsung berdasarkan intuisi Anda. Anda tidak perlu mengikuti alur atau rencana yang telah ditentukan sebelumnya. Begitu pikiran-pikiran masuk ke dalam kesadaran Anda, tulislah segera. Santaikan semua keinginan untuk mensensor atau menahan ide.

    Secara sistematis, visual brainstorming adalah sebagai berikut :

    • Langkah pertama :
      Di bagian tengah selembar kertas, tuliskan kata atau kalimat yang mengungkapkan ide yang ingin Anda pikirkan. Gunakan beberapa menit untuk merenungkan subjek itu.
    • Langkah kedua :
      Buatlah skema ide dimulai dengan kata tersebut. Tuliskan asosiasi-aosiasi secepat asosiasi itu muncul di benak Anda. Pakailah skema Anda untuk menyusun ide dan pikiran Anda. Teruskan menulis sampai Anda kehabisan ide.
    • Langkah ketiga :
      Biarkan pikiran Anda terfokus pada satu pokok pikiran yang besar. Jika Anda menskemakan ide, misalnya, mengenai komunikasi di kantor, maka pikirkanlah ciri-ciri suatu komunikasi, apa artinya dan untuk apa komunikasi ada. Lalu pusatkan pikiran pada perinciannya, detail-detailnya. Detail apakah yang spesifik, kongkret, dapat diukur, yang berkaitan dengan ide Anda ?
    • Langkah keempat :
      Jika Anda merasa pokok pikiran itu sudah tergali semua, pilihlah tiga ide kunci dari skema Anda. Rumuskan masing-masing menjadi suatu pernyataan masalah, suatu pemahaman, atau suatu pendekatan. Simpanlah untuk dimanfaatkan di masa datang.
  3. Cara Brainstorming Kelompok.

    Pertemuan curah pikiran umumnya diadakan oleh fasilitator, seseorang yang tidak menambah jumlah ide yang dikumpulkan, tetapi mengelola aliran ide. Fasilitator memimpin kelompok untuk mencurahkan ide sebanyak mungkin dan mengembangkan dinamika kelompok yang sehat.

    Sebuah pabrik piring makan mendapat masalah. Piring mere-ka dikemas dalam kardus bersama dengan Koran bekas se-bagai pelindung. Kerja para karyawan pembungkus semakin lama semakin lambat karena mereka asyik membaca dan melihat gambat di Koran itu. Efisiensi kerja mereka turun sekitar 30 persen. Manajer mencoba memberi bonus agar perhatian mereka terpusat pada tugasnya, tapi setelah beberapa jam atau hari, setiap orang mengambil koran dan membacanya lagi.

    Dalam acara brainstorming, manajer mengusulkan beberapa pemecahan: mengganti koran dengan koran berbahasa asing ƒ_” tapi di mana mereka mendapatkan koran ini dalam jumlah besar? Atau, gunakan bahan lain ƒ_” tapi koran itu gratis dan mereka tidak punya anggaran khusus untuk itu. Hadiah bonus untuk jumlah piring yang dibungkus ƒ_” sudah gagal. Lalu salah seorang manajer mengatakan, ƒ_oBagaimana jika kita menutup mata karyawan pembungkus?ƒ__ Meskipun usul ini terdengar konyol, tapi akhirnya melahirkan ide untuk mengontrak orang buta. Para pembungkus tuna netra lebih mudah mengerjakan tugasnya tanpa terpecah perhatiannya. Perusahaan juga menyumbangkan pelayanan masyarakat yang berharga dengan membuka lapangan pekerjaan untuk mereka yang tuna netra.

    Berikut ini beberapa petunjuk untuk berhasil dalam acara curah-pikiran :

    Kumpulkan ide sebanyak mungkin

    Sebuah kelompok menghasilkan lebih dari 150 ide. Ide itu seperti bibit. Tidak semuanya akan hidup dan bertumbuh. Jadi Anda perlu menanamnya sebanyak mungkin.

    Kumpulkan ide-ide yang berbeda

    Sebuah kelompok menciptakan iklan televisi yang dirancang agar orang tidak menonton televisi. Mereka membagi-bagikan brosur. Mereka menganjurkan pertemuan yang memungkinkan orang bersosialisasi dan mendiskusikan akibat buruk televisi. Semakin gencar membicarakan berbagai kemungkinan, semakin tinggi kesempatan untuk merebut pengaruh baru. Seringkali hambatan ke arah pemecahan kreatif adalah pikiran sempit yang terpusat dalam satu kerangka pikir. Mereka yang menggabungkan beberapa kerangka pikir dan membuat hubungan antara kerangka-kerangka pikir itu akan lebih mampu membuat terobosan kreatif.

    Tetap santai

    Ide lebih banyak dihasilkan orang pada saat mereka gembira. Mere-ka merasa bebas untuk mengatakan sesuatu atau memutar-mutar ide orang lain. Salah satu peserta mengusulkan untuk memasang kunci di televisi, menyebabkan peserta lain berpikir untuk memasang pengatur waktu (timer) pada saklar TV, menyebabkan peserta ketiga berpikir untuk menetapkan biaya tontonan, menye-babkan peserta keempat mengusulkan untuk memberi pajak sesuai lama menonton televisi. Gaya kerja yang fleksibel sangat memperbe-sar kesempatan sebanyak-banyaknya menghasilkan ide-ide kreatif. Sikap santai memberi kesempatan pada ide setengah matang untuk mengarungi batas kesadaran Anda.

    Jangan menilai

    Kita biasanya menganggap penilaian sebagai kritik negatif. Dan kita semua pernah mengalami bahwa ide kita dihancurkan sebelum sempat dikembangkan. Kritik negatif menghalangi arus ide yang be-bas. Saat mengumpulkan ide dan opini baru, ingatlah bahwa peni-laian menghentikan aliran dan irama. Sadarilah bahwa ide baru itu seperti gelembung rapuh. Gelembung itu bisa meletus ditusuk senyuman sinis dan ejekan, atau diletuskan oleh komentas sarkastis atau wajah pesimis.

    Tulis semuanya

    Pilihlah satu orang penulis untuk kelompok Anda. Tulis sehingga setiap peserta dapat melihat setiap ide. Dengan cara ini, peserta dengan mudah dapat menambahkan dan mengubah ide-ide yang sudah tertulis di sana.

    Jadilah orang nakal

    Pergilah mencari ide-ide aneh. Seringkali ide terbaik muncul dari ide paling aneh. Ide seorang peserta untuk meledakkan televisi dapat mengarah ke ide tombol pemicu bom, yang kemudian mengarah ke ide sebuah alat yang harus digenggam terus oleh penonton televisi. Jika alat itu dilepaskan oleh penonton, televisinya akan mati (seolah-olah bomnya diledakkan). Tujuan dari pertemuan kelompok adalah mengumpulkan ide sebanyak mungkin. Anda akan mempunyai banyak waktu untuk menyortir dan menilainya kemudian

    Menilai

    Jika tiba saatnya untuk memilih ide khusus atau mempersempit fokus perhatian kelompok hanya pada ide-ide terbaik, mintalah para peserta dengan menggunakan spidol memilih tiga ide terbaik (menurut mereka masing-masing) yang tertera di lembaran-lembaran kertas itu. Dengan sangat cepat Anda akan mendapatkan ide-ide yang paling popular.

     

    Brainstorming kelompok menjadikan Anda ƒ_obermain-mainƒ__, keadaan santai yang bebas di mana ide mengalir tanpa hambatan. Anda tidak berharap untuk menggunakan setiap ide yang ditemukan atau dihasilkan. Tetapi Anda benar-benar mempertimbangkan isi setiap ide. Dari seratus ide, sembilan puluh sembilan diantaranya mungkin bukan ide yang bagus, tetapi ide yang ke 100 mungkin akan mengubah dunia.

  4. Rangsanglah sikap tertarik untuk mencari ide.

    Biasakanlah diri Anda untuk selalu mencari ide-ide yang baru dan menarik, yang telah sukses digunakan orang lain. Ide Anda harus asli hanya dalam hal pengadaptasian ide itu ke permasalahannya yang sedang Anda hadapi.

    Setiap orang yang benar-benar kreatif di bidang periklanan selalu mempunyai dua ciri yang patut dicatat. Pertama, dia mudah tertarik pada semua hal, misalnya saja, mulai dari tata-cara penguburan Mesir sampai ke seni modern. Setiap aspek kehidupan mempesona dirinya. Kedua, dia adalah pengamat luas. Bagi orang iklan tidak ada informasi, tidak ada kreasi.

  5. Simpan ide Anda !

    Sesudah Anda membeli bahan-bahan makanan sebagai persediaan memasak, Anda menyimpannya dengan teratur. Tindakan ini untuk menjaga agar bahan-bahan itu tetap segar dan untuk mengetahui di mana tempatnya ketika dibutuhkan.

    Pembuat ide yang terampil menyimpan ide-idenya secara sistematis di dalam berjilid-jilid buku harian.

    Buku harian ide adalah satu-satunya obat untuk ingatan yang mudah salah. TULISLAH ATAU ANDA MELUPAKANNYA !

    Orang sebaiknya membawa pensil di saku dan menuliskan pikirannya pada saat-saat pikiran itu melintas. Pikiran yang datang tanpa dicari biasanya justru pikiran yang paling bernilai, dan seharusnya disimpan dengan aman, sebab jarang datang kembali.

    Dengan menambah simpanan ide Anda tiap-tiap hari, pikiran Anda akan tetap berkomitmen pada eksplorasi.

    Anda tidak akan menyadari berapa banyak ide bagus yang Anda miliki sampai Anda mencatatnya.

    Leonardo da Vinci mempunyai buku catatan yang mengagumkan untuk menyimpan sketsa-sketsa, penemuan-penemuan hasil pengamatan atas alam, dan ide-ide filsafatnya. Hasratnya dalam menjaga buku-buku itu begitu kuatnya sehingga dia menguasai seni ƒ_omenulis mundurƒ__ misalnya: kata ƒ_omenulis mundurƒ__ ditulisnya ƒ_okilabret silunemƒ__. Hal ini dilakukannya untuk melindungi ide-ide inovatifnya dari musuh.

Leave a comment